Rumahku


Sepanjang perjalanan pulang hanya tanah kosong, pepohonan dan jalanan gersang saja yang terlihat dimataku. Ada 4 orang anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran di sisi jalan. Kulangkahkan kaki dengan pikiran yang kalut hingga akhirnya sampailah diriku didepan rumah yang ukurannya tidak terlalu besar, berpagar hitam, terdapat kolam ikan didepannya dan halaman rumah itu dipenuhi oleh tanaman yang menjalar juga tanaman hias yang indah untuk dilihat. Ya inilah rumahku, kata “home sweet home” memang sangat tepat untuk menggambarkan bahwa tempat kesayangan yang kita tinggali adalah tempat yang paling nyaman. Kubuka kunci pintu pagar berwarna hitam itu. Ketika aku berjalan melewati garasi disana terdapat ring basket yang menempel di sisi dinding yang ada sebelah kananku, ada rak sepatu mungil berwarna putih yang terbuat dari papan yang agak tebal. Kubuka sepatuku dan kuletakkan sepatu bermerk converse berwarna coklat itu ke dalam rak sepatu.
            Ketika aku sedang meletakkan sepatu, tiba-tiba pintu rumah terbuka dan kulihat ada anak kecil berambut botak yang menyambutku pulang. Anak laki-laki itu terlihat sangat lucu, Ia adalah adikku. Adikku keluar dengan wajah yang menggunakan bedak tidak rata namun tetap riang namun tidak menghilangkan rasa gemesku kepadanya. Akupun bergegas masuk dan segera menggendong serta menciuminya. Ketika aku berjalan melewati ruang tamu disana aku melihat ada 2 sofa panjang bermotif garis-garis coklat kuning orange, 4 bantal kecil yang terletak di atas sofa itu dan bermotif senada dengan sofanya, satu meja besar, satu meja kecil, satu guci panjang yang lubangnya diisi dengan hiasan kayu rotan yang meliuk-liuk, dan satu lemari kaca yang berisi berbagai macam hiasan keramik kesukaan ibuku. Di ruang tamu juga terdapat sebuah bingkai berukuran besar berwarna keemasan yang menempel didinding. Di dalam bingkai itu terdapat foto satu orang pria dewasa, dua orang anak laki-laki,  dua orang wanita dewasa, dan satu orang wanita remaja. Mereka semua terlihat menyunggingkan senyuman dalam foto itu.
            Setelah selesai melewati ruang tamu, akhirnya sampailah diriku disebuah ruangan yang berukuran kecil namun tertata rapi. Inilah kamarku, kamar kesayanganku. Sesampainya dikamar akupun bergegas mengganti bajuku. Kubuka lemari kayu berwarna coklat yang terletak disamping tempat tidurku yang berukuran kecil itu dan kuambil baju ganti. Akupun mengistirahatkan tubuhku diatas kasur yang seprainya berwarna pink. Tiba-tiba perutku terasa lapar dan akhirnya akupun pergi ke ruang makan untuk melihat makanan apa yang ibuku masak saat itu. Akupun berjalan menuju ruang makan kulihat sekelilingku terasa sangat sunyi dan sepi. Aku mendatangi sebuah meja kaca berbentuk oval dan dikelilingi oleh 6 kursi kayu bermotif garis berwarna hijau dan biru. Ketika kubuka tutup saji berwarna merah jambu itu, didalamnya kosong tidak ada makanan sedikitpun. Akhirnya aku pergi ke dapur dan mencoba membuat makanan sendiri yakni membuat telur dadar. Di dapur semua panci, penggorengan, dan bumbu-bumbu untuk memasak tertata sangat rapi. Panci dan penggorengan bergelantungan dipaku yang ada disebelah kiriku, bumbu-bumbu masakan yang terletak diatas papan yang terletak diatas kepalaku, dan ada sebuah kompor mungil berwarna silver disana. Aku mulai mengambil telur yang ada didalam lemari es berwarna abu-abu dan bertuliskan “sanyo” dipintunya. Kucondongkan kepalaku ke dalam lemari es dan seluas mata memandang hanya terlihat berbotol-botol air mineral dingin, 5 bungkus mi instan dan 12 butir telur yang terletak disisi pintu lemari es. Kututup pintu lemari es dan aku mulai membuat telur dadar alakadarnya.
            Beginilah keadaan rumahku. Semuanya tertata rapi, bersih, dan nyaman. Pada pagi hari dirumahku suasananya terasa sangat sejuk. Sedikit cerita tambahan dariku, jika ibuku melihat sedikit saja barang yang tergeletak berantakan dan tidak enak dilihat Ia pasti akan memarahiku dan menyuruhku untuk segera merapihkannya kembali seperti semula terkadang aku sangat kesal memiliki ibu yang sangat hobi membersihkan rumah walaupun begitu aku tetap sangat menyayanginya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng Apel

Akhir Pekan bersama Depok Stars Crew

BUNGA MIMPI